Langsung ke konten utama

ARTIKEL 3


LISNAWATI (A1D117025)

Senin, 17 september 2018
Materi 3

Strategi Pembelajaran Menyimak


Keterampilan menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang utama. Menurut beberapa pendapat mengatakan bahwa menyimak sebagai suatu proses bahasa yang dimaknai ke dalam pikiran. Dengan kata lain mendengarkan atau enyimak adalah suatu jenis mendengarkan atau menyimak adalah suatu jenis mendengarkan atau menyimak adalah suatu jenis mendengarkan dan menyimak yang meminta upaya kesadaran mental (Iskandarwassid, hal. 235)
                Dapat dibedakan dua aspek tujuan menyimak, yaitu persepsi dan reseftif. Presepsi adalah ciri kognitif dari proses mendengarkan yang di dasarkan pada pemahamanpesan atau penafsiran pesan yang dikehendaki pembicara. (Iskandarwassid, hal.230)
                Strategi pembelajaran menyimak menurut pendapat ahli pertama, Nunan berpendapat bahwa untuk mengembangkan pendapat yang tepat dalam kemampuan mengajar bahasa pertama penting dan perlu untuk mengerti dasar mendengarkan. Dua tipe mendengarkan dapat he bottom – up dan the up – down. Proses bottom – up memegang bahwa mendengarkan adalah proses pengolahan data linear. Model mendengar top – down, kontras, menyangkut kepada dugaan, penarikan kesimpulan, tujuan, dan pengetahuan relevan lainnya.
                Field, menguji format yang umum digunakan dalam pengajaran mendengarkan, saah satunya termasuk tiga tahap dalam aktifitas mendengarka, salah satunya termasuk tiga tahap dalam aktivitas mendengarkan : pre – listening, listening, dan post – listening. Ia menunjuk batasan dalam aktivitas yang sering digunakan dalam point – point berbeda dalam satu bahasan, materi – materi dan pengajaran sering cenderung untuk menguji menyimak daripada mengajarkannya dan tidak memperhatikan bermacam menyimak yang ada pada kehidupan nyata. Fieeld menganjurkan berdasarkan latihan, fokus pada strategi – strategi, dan penggunaan material – material autentik yang lebih baik dan menunjuk bagaimana rekomendasi – rekomendasi ini mempengaruhi tiga tahapan menyimak dalam pengajaran.
                Terakhir, Lam menunjukan bahwa banyak materi listening ESL gagal untuk menyediakan contoh – contoh kemampuan berbiacara bawaan sejak perlengkapan biasa digunakan oleh pembicara, seperti pengisi, fragmen – fragmen, dan alat pengganti, sering dihilangkan. Dia menggambarkan cara – cara yang mana pelajar dapat mengembangkan kewaspadaan dalam sintaksisi, dan pengaturan dalam percakapan untuk menfasilitasikan kemampuan mereka untuk memproses teks yang diucapkan. Aktifitas – aktifitas ini mengintegerasi baik listening maupun speaking mencoba untuk mempersiapkan pelajar untuk menghadapi tuntutan komunikasi dunia nyata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTIKEL 11

MENULIS             Menulis adalah kegiatan penampaian pesan (gagasan, perasaan atau informasi) secara tertulis kepada pihak lain. Dalam kegiatan berbahasa menulis melibatkan empat unsur, yaitu sebagai pesan penerima pesan. Kegiatan menulis sebagai sebuah prilaku berbahasa memiliki fungsi dan tujuan, personal, internasional, informatif, instrumentel, heruritik, dan estetis.             Sebagai salah satu aspek dari keterampilan berbahasa, menulis atau mengarang merupakan kegiatan yangkompleks. Kompleksitas menulis mengarang merupakan kegiatan yang kompleks. Fungsi dan tujuan menulis : 1. Fungsi personal, yaitu fungsi mengekspresikan pikiran, sikap atau perasaan pelakunya, yang diungkapkan melalui misalnya surat atau buku harian. 2. Fungsi instrumental, yaitu mempengaruhi sikap dan pnedapat orang lain. 3. Fungsi interaksional, yaitu menjalin hubungan sosial. 4. ...

ARTIKEL 1

LISNAWATI (A1D117025) Senin, 10 September 2018 Materi 2 KONDISI PENDIDIKAN INDONESIA Pendidikan merupakan tiang pancang kebudayaan dan pondasi utama untuk membangun peradaban bangsa. Kesadaran akan arti penting pendidikan akan menentukan kualitas kesejahteraan lahir dan batin dan masa depan warganya. Oleh karena itu substansi pendidikan, materi pengajaran dan metologi pembelajaran, serta manajemen pendidikan yang akuntabel susah seharusnya menjadi perhatian bagi para penyelenggara negara. Terbukti bahwa penyelenggara negara yang berhasil mencapai tingkat kemajuan kebudayaan dan teknologi tenggi mesti disangga oleh kualitas pendidikan yang sangat kokoh. Namun eksitensi pendidikan yang ada di Indonesia pada soal ini masih menjadi permasalahan yang belum mendapatkan pendidikan yang sebagaimana mestinya dan juga sama sekalipun belum pernah mencicipi bangku sama sekali contoh kecil saja anak yang terlantar hal ini sangat memprihatinkan. Sebenarnya mereka juga mempunyai ha...

ARTIKEL 12

MENULIS SEBAGAI PROSES Pendekatan dalam menulis : a. Pendekatan frekuensi, yang menyatakan bahwa banyaknya latihan atau mengarang, sekalipun tidak dikoreksi, akan mempertinggi keterampilan menulis seseorang. b. Penekatan gramatikal, pengetahuan seseorang akan struktur bahasa akan mempercepat kelemahannya dalam menulis. c. Pendekatan kondisi, banyaknya koreksi atau masukan yang diperoleh seseorang akan tulisannya dapat mempercepat penguasaan kemampuannya dalam menulis. d. Pendekatan formal, pendekatan keterampilan bahasa, pewacanaan, serta koneksi atau aturan penulisan dilaksanakan dengan baik. Fase menulis sebagai proses : a. Prapenulisan b. Penulisan c. Pasca penulisan. Fase prapenulisan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan sebuah tulisan. Didalamnya terdapat kegiatan : memilih topik, tujuan, dan sasaran karangan, mengumpulkan bahan, serta menyusun kerangka karangan.             Berdasarka...