LISNAWATI
(A1D117025)
Senin, 01 September 2018
Materi
5
Konsep Dasar Berbicara
Secara umum, berbicara merupakan
proses penuangan gagasan dalam bentuk ujaran – ujaran. Ujaran – ujaran yang
muncul merupakan perwujudan dari gagasan – gagasan yang sebelum berada pada
tataran ide. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Suhendar. Nernicaralah
adalah proses perubahan wujud pikiran / perasaan menjadi wujud ujaran (1992 :
20).
Ada
beberapa hal yang perlu diungkapkan berkaitan dengan batasan berbiacara, yaitu:
1.
berbicara merupakan ekspresi diri.
2.
berbicara merupakan kemampuan mental motorik.
3.
berbicara merupakan proses simblokik.
4.
berbicara terjadi dalam konteks ruang dan waktu.
5.
berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang produktif.
Tujuan berbicara adalah untuk
menginformasikan gagasan pembicara kepada pendengar.
Mulyana
mengelompokkan tujuan berbicara ke dalam empat tujuan, yaitu sosial, ekspresif,
ritual dan instrumental.
Ada
juga tujuan – tujuan berbicara dengan menenitikberatkan pada efek pembicaraan,
yaitu :
1.
berbicara dengan tujuan meyakinkan pendengar.
2.
berbicara dengan tujuan mempengaruhi pendengar dengan cara :
a. pembentukan tanggapan.
b. penguatan tanggapan.
c. pengubahan tanggapan.
3.
berbicara dengan tujuan memperluas wawasan pendengar.
4.
berbicara dengan tujuan memberi gambaran tentang suatu objek.
5.
berbicara dengan tujuan menyampaikan pesan isarat.
Pengelompokkan berbicara dapat
dilakukan dengan cara yang berbeda, tergantung dasar yang digunakan.
Pengelompokkan berbicara sedikitnya dapat dilakukan berdasarkan tiga hal yaitu
situasi, keterlibatan pelaku, dan alur pembicaraan.
Berdasarkan situasi, berbicara dapat
dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu bebricara formal dan berbicara
nonformal.
Berbicara sebagai suatu keterampilan
berbahasa dapat juga dikaitkan dengan kemampuan berbahasa, yaitu :
1.
hubungan berbicara dengan menyimak
a. seorang anak belajar berbicara
dimulai dengan menyimak.
b. terjadinya pergantian peran
antara penyimak dna pembicara.
c. kemampuan berbicara dijadikan
tolok ukur kemampuan menyimak.
d. berbicara dapat dijadikan bentuk
reproduksi dari proses menyimak.
2.
hubungan berbicara dengan membaca :
a. berbicara dapat dijadikan bentuk
reproduksi dari membaca.
b.
pada orang dewasa peningkatan kemapuan berbicara dapat dilakukan melalui proses
membaca.
c. membaca dapat menjadi sarana
efektif dalam memandu kegiatan berbicara.
3.
hubungan berbicara dengan menulis :
a. kemapuan menulis dapat dijadikan
sarana pendukung bagi kemampuan berbicara.
b. menulis sangat diperlukan dalam
kegiatan berbicara dialog.
Komentar
Posting Komentar