Langsung ke konten utama

ARTIKEL 7


HAKIKAT DAN PROSES MEMBACA
                                                                                                
PERANAN MEMBACA
Membaca memiliki peranan yang sangat penting dlm kehidupan mnusia, baik dalam konteks individul maupun komunal, tampaknya sudah kita pahami bersama. Hingga saat ini, tak ada seorang pun kaum cerdik – cendikiawan di seantero jagat ini yang meragukannya, apalagi menyangkalnya. Meskipun demikian, untuk memberikan wawasan serta persprktifnya yang lebih luas diamati oleh para pakar perkembangan sdm. Menurut mereka dalam konteks perekonomian era – pasca industri mendatang dimana sumber daya manusia merupakan tiang penyangga utamanya, kemahiran baca tulis yang layak merupakan persyarat mutlak bagi siapa saja dan bangsa mana saja yang memimpin kemjuan dan kejayaan.

PENGERTIAN MEMBACA DAN PROSES MEMBACA
Pengertian membaca terdapat tiga kelompok besar. Kelompok pertama, definisi atau pengertian membaca yang ditarik sebagai interpretasi pengalaman. Kelompok kedua, definisi tau pengertian membaca yang ditarik daei interpretasi lambang grfis. Dan kelompok ketiga, definisi atau pengertian membaca yang ditarik dari keduanya (paduan pengalaman dan lambang grafis).

MEMBACA SEBAGAI PROSES
1. Proses Psikologi
Perkembangan akan dipengaruhi oleh hal – hal yang sifat psikolog pembaca, seperti intelegensi, usia mental, jenis kelamin, tingkat sosial ekonomi, bahasa, ras, kepribadian, sikap, pertumbuhan fisik, kemampuan persepsi, tingkat kemampuan membaca. Diantra faktor – faktor tersebut menurut Harris (1970), bahwa faktor terpenting dalam masalah kesiapan membaca yaitu intelegensi umum.
2. Proses Sensorik
Membaca sebagai proses sensorik mengandung pengertian bahwa kegiatan membaca itu dimulai dengan melihat. Stimulus masuk lewat indera penglihatan mta, setelah dilakukn pemaknaan atau pengucapan terhadapnya.
3. Proses Perseptual
Veron (1926) menjelaskan bahwa proses perseptual dalam membaca terdiri atas empat bagian yaitu :
a. kesadaran atas rangsangan visual
b. kesadaran akan persamaan pokok untuk mengadakan klasifikasi umum kata – kata
c. klasifikasi lambang – lambang visual untuk kata – kata yang ada dalam kelas umum
d. identifikasi kata – kta yng dilakukan dengan jalan menyebutkannya.
4. Proses Perkembangan
Membaca sebagai proses perkemabngan mengandung arti bahwa membaca itu pada dasarnya merupakan suatu proses perkembangan yang terjadi sepanjang hayat seseorang. Kita kelak tahu kapan perkemabngan mulai dan berakhir.
5. Proses Perkemabangan Keterampilan
Membaca sebagai proses perkemabngan mengandung arti membaca merupalkan sebuah keterampilan berbhasa yang sifatnya: keterampilan itu objektif; keterampiln itu mempunyai sifat berlanjut; keteramplan itu bisa digeneralisasikan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTIKEL 11

MENULIS             Menulis adalah kegiatan penampaian pesan (gagasan, perasaan atau informasi) secara tertulis kepada pihak lain. Dalam kegiatan berbahasa menulis melibatkan empat unsur, yaitu sebagai pesan penerima pesan. Kegiatan menulis sebagai sebuah prilaku berbahasa memiliki fungsi dan tujuan, personal, internasional, informatif, instrumentel, heruritik, dan estetis.             Sebagai salah satu aspek dari keterampilan berbahasa, menulis atau mengarang merupakan kegiatan yangkompleks. Kompleksitas menulis mengarang merupakan kegiatan yang kompleks. Fungsi dan tujuan menulis : 1. Fungsi personal, yaitu fungsi mengekspresikan pikiran, sikap atau perasaan pelakunya, yang diungkapkan melalui misalnya surat atau buku harian. 2. Fungsi instrumental, yaitu mempengaruhi sikap dan pnedapat orang lain. 3. Fungsi interaksional, yaitu menjalin hubungan sosial. 4. ...

ARTIKEL 1

LISNAWATI (A1D117025) Senin, 10 September 2018 Materi 2 KONDISI PENDIDIKAN INDONESIA Pendidikan merupakan tiang pancang kebudayaan dan pondasi utama untuk membangun peradaban bangsa. Kesadaran akan arti penting pendidikan akan menentukan kualitas kesejahteraan lahir dan batin dan masa depan warganya. Oleh karena itu substansi pendidikan, materi pengajaran dan metologi pembelajaran, serta manajemen pendidikan yang akuntabel susah seharusnya menjadi perhatian bagi para penyelenggara negara. Terbukti bahwa penyelenggara negara yang berhasil mencapai tingkat kemajuan kebudayaan dan teknologi tenggi mesti disangga oleh kualitas pendidikan yang sangat kokoh. Namun eksitensi pendidikan yang ada di Indonesia pada soal ini masih menjadi permasalahan yang belum mendapatkan pendidikan yang sebagaimana mestinya dan juga sama sekalipun belum pernah mencicipi bangku sama sekali contoh kecil saja anak yang terlantar hal ini sangat memprihatinkan. Sebenarnya mereka juga mempunyai ha...

ARTIKEL 12

MENULIS SEBAGAI PROSES Pendekatan dalam menulis : a. Pendekatan frekuensi, yang menyatakan bahwa banyaknya latihan atau mengarang, sekalipun tidak dikoreksi, akan mempertinggi keterampilan menulis seseorang. b. Penekatan gramatikal, pengetahuan seseorang akan struktur bahasa akan mempercepat kelemahannya dalam menulis. c. Pendekatan kondisi, banyaknya koreksi atau masukan yang diperoleh seseorang akan tulisannya dapat mempercepat penguasaan kemampuannya dalam menulis. d. Pendekatan formal, pendekatan keterampilan bahasa, pewacanaan, serta koneksi atau aturan penulisan dilaksanakan dengan baik. Fase menulis sebagai proses : a. Prapenulisan b. Penulisan c. Pasca penulisan. Fase prapenulisan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan sebuah tulisan. Didalamnya terdapat kegiatan : memilih topik, tujuan, dan sasaran karangan, mengumpulkan bahan, serta menyusun kerangka karangan.             Berdasarka...